Memberi Sumbangan (Di Indonesia ada gak ya yang seperti ini?)

Kasih adalah tindakan, bukan cuma diucapkan
Ia berjalan di depan meja ‘donation’, kami berpikir: ‘dia akan lewat…’

Memberi sumbangan
“Saya ingin menyumbang!”

Ia menuang koin dari mangkuknya.

Para petugas mengulurkan tangan ingin membantu,
tapi dia ingin melakukannya dengan tangannya sendiri.

Memberi sumbangan
Kami semua tak bisa berkata-kata,
ia memberikan semua yang diperolehnya
kepada Lembaga Amal dengan usahanya sendiri.

Memberi sumbangan
“Saya masih punya uang.”
Ia berkata dengan antusias sambil merogoh saku celananya.

Memberi sumbangan
Ia mengambil beberapa lembar uang 10 dollar dan … menyumbang!

Memberi sumbangan
Komentar Penulis:
Yang sering kita lihat di dunia ini adalah orang selalu merasa dirinya perlu ditolong, hal itu wajar. Tapi, seringkali juga ada orang yang lebih membutuhkan pertolongan dibanding kita.

Sebenarnya kalau kita lihat, harusnya orang cacat ini yang harus kita tolong, tapi apa yang dilakukannya, dia duluan melakukan apa yang harus kita lakukan dalam tindakan yang nyata.

Orang cacat yang kita lihat ini hanyalah cacat fisik, tapi tidak cacat hati. Malah, hati orang cacat ini sangat Mulia. Mungkin di dunia ini hanya dialah satu²nya orang cacat yang demikian. Tindakannya sungguh membuat kita terharu.

Kebanyakan orang cacat frustasi dan minta dikasihani (seperti di negara kita). Tapi berbeda dengan orang ini. Dia bahkan masih mau menolong orang lain, yang mengingatkan kita pada kisah persembahan orang miskin (orang miskin tapi menyumbangkan seluruh hartanya).

Kebanyakan juga orang normal malah mencacatkan dirinya, menganggap dirinya tidak bisa berbuat apa-apa. Sebenarnya bukan orang cacat ini yang cacat, mungkin banyak orang normal yang cacat karena tidak mengambil tindakan untuk membantu orang lain.

Kita harus bisa seperti orang cacat ini, walaupun dalam keadaan susah, masih dapat menolong orang lain dan menjadi berkat bagi orang lain.

(Jangan seperti teman saya yang suka ceramahin saya saja, pakai nama Tuhan segala, padahal baru masuk ke salah satu agama, tetap aja sifatnya egois dan tidak ada perubahan apa² pada dirinya. Sungguh dia tidak sadar arti suatu penyelamatan yang telah dia terima.)

One Response to “Memberi Sumbangan (Di Indonesia ada gak ya yang seperti ini?)”

  1. mama gloria Says:

    cerita ini membuat saya merasa terharu
    benar2 hati yang sangat mulia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: